Rabu, 01 Desember 2010

Nkb Fam'z Medan

Aksi Geng Motor Meresahkan

10:38, 01/11/2010MEDAN BARU-Aksi geng motor di Medan semakin mengkhawatirkan. Namun sejauh ini belum ada upaya tindakan tegas dari pihak kepolisian. Padahal sudah banyak yang jadi korban. Umumnya mereka melempari mobil yang melintas di kawasan outer ring road. Tak cuma itu, pekan lalu, sebuah warnet di Jalan Gagak Hitam dirusak puluhan anggota geng motor. Meski peristiwa itu sudah dilaporkan, namun belum ada tindakan dari polisi.
Berdasarkan penelusuran wartawan koran ini, selama sepekan ini sudah ada 16 kasus vandalisme dan brutalisme yang dilakukan geng motor yang beroperasi di kawasan Jalan Ngumban Surbakti dan Jalan Gagak Hitam. Hanya sebagian korban yang melaporkannya ke polisi. Setidaknya ada geng motor yang beroperasi di kawasan outer ring road dan sekitarnya, yakni geng SL dan NKB.
Minggu dini hari (31/10), aksi geng motor kembali mengambil korban. Kali ini korbannya Kawatta Yudea (17), siswa kelas 3 SMAN 6 Medan, warga Jalan Jamin Ginting Gang Senina no 14 P. Bulan Medan. Saat itu Gandi melintas di depan Vica Net, Jalan Jamin Ginting. Kemudian melintas sekitar 50-an pengendara sepeda motor yang langsung berhenti dan memukuli Gandi tanpa sebab. Karena dikroyok, Gandi kemudian melarikan diri. Anak-anak geng motor SL, kemudian meneriaki Gandi. “Maling-maling”.
Warga setempat kemudian mengejar Gandi dan memukulinya hingga pingsan. Sementara anak-anak geng motor SL langsung meninggalkan lokasi.
Warga baru tersadar setelah polisi datang. Mereka telah salah melakukan pemukulan akibat teriakan anak-anak geng motor SL. Gandi kemudian dilarikan personel patroli Polsekta Medan Baru ke RS Brimob. Tak lama kemudian personel Polsekta Medan Sunggal dibantu personel Polsekta Medan Baru menggelar razia di sepanjang outer ring road. Dalam razia ini polisi hanya berhasil mengamankan 9 anggota geng motor, berikut 9 sepeda motornya.
Kapolsekta Medan Sunggal, AKP Sony Marisi Nugroho Tampubolon, didampingi Wakapolsekta, AKP Tito Hutauruk, membenarkan adanya razia tersebut. “Hingga kini para pengemudi yang diamankan tersebut masih dalam pemeriksaan Polisi,” ujarnya. (mag-8)

Nkb Fam'z Medan

Tiga Anggota Genk Motor Masuk Bui

MEDAN (Berita): Reskrim Unit Jahtanras Polresta Medan meringkus tiga anggota genk motor yang melakukan penganiayaan terhadap seorang pelajar dalam penyergapan terpisah di kediamannya dan sekolah masing-masing, Selasa (16/11).
Tersangka Gerald Valensky Simatupang, 17, pelajar SMA, warga Jalan Jenderal Besar Abdul Haris Nasution, Boctor Marulitua Sagala, 19, mahasiswa, warga Jalan Kemiri, Tanjung Gusta Medan dan Michael, 18, pelajar SMA, warga Simalingkar. Sedangkan dua lagi pelakunya masih diburon. Ketiga dari Genk Motor Ezto.
Kasat Reskrim Kompol Fadillah Zulkarnaen melalui Kanit Jahtanras AKP Josua Tampubolon kepada wartawan mengatakan, penganiayaan terjadi 24 Oktober 2010 sekira pukul 02:00 di Jalan Setia Budi dekat sekolah Taman Siswa, Padang Bulan.
Waktu itu korban Hiskia Frandy Remana Tarigan, 17, pelajar SMA, warga Jalan Simpang Kuala, Padang Bulan, Kel. Titi Rante, Kec. Medan Baru, dari Genk Motor SL yang mengendarai sepeda motor dihadang para tersangka.
Setelah itu, tersangka dengan menggunakan helm dan balok namun sempat ditangkis korban dengan menggunakan tangan kiri. Para pelaku kemudian kabur dan korban membuat pengaduan ke Polresta Medan LP/2625/X/2010/SU/Resta. Tgl 25 Oktober 2010.
“Polisi kemudian melakukan penyelidikan. Dari pemeriksaan saksi-saksi korban diketahui identitas pelaku. Polisi kemudian menangkapnya dari kediaman dan sekolah tersangka,” jelas Josua.
Dijelaskan mantan Kapolsekta Percut Sei Tuan ini, tersangka Boctor Marulitua Sagala  berperan menyetop sepeda motor korban dengan cara memalangkan sepeda motor. Tersangka kemudian menghampiri korban dan menendangnya.
Sedangkan tersangka Gerald Valensky Simatupang berperan datang dari belakang dengan membawa balok tapi balok itu diambil pelaku lainnya. Tersangka kemudian memukul kepala belakang korban dua kali.
Sedangkan dua pelaku lainnya Gani dan Fredik (masih diburon-red) juga memukul korban. “Alasan tersangka dari Genk Motor Ezto memukul korban dari Genk Motor SL karena balas dendam,” jelas Josua.
Sedangkan tersangka Michael yang ditangkap didepan sekolahnya mengaku baru sebulan masuk Genk Motor. Michael yang bercita-cita jadi polisi ini mengaku saat masuk genk motor harus mengikuti pelonco dari senior yakni harus push-up 7 kali dan jalan jongkok. “Setelah mengikui test ini, saya diterima bergabung dengan genk motor,” jelas Michael yang masih mengenakan seragam SMA ini. (att)